Putrawayka.com – 09 Juli 2026 | NILAI-NILAI kejutan kembali mewarnai Piala Dunia 2026 setelah tim nasional Brasil harus mengubur mimpinya meraih gelar juara dunia keenam. Dalam pertandingan babak 16 besar yang berlangsung di New York/New Jersey Stadium, Brasil secara dramatis takluk 1-2 dari Norwegia pada Senin (6/7/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini tidak hanya mengakhiri langkah Selecao di turnamen akbar tersebut, tetapi juga memicu gelombang kritik pedas dari media lokal Brasil yang menyoroti kegagalan tim dan federasi sepak bola negara tersebut.
Pertandingan antara Brazil Norwegia ini memang berlangsung ketat sejak menit awal. Brasil yang datang sebagai salah satu favorit juara, mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, penyelesaian akhir yang buruk menjadi masalah utama tim asuhan Carlo Ancelotti. Sebaliknya, Norwegia tampil disiplin, mengandalkan serangan balik cepat yang akhirnya membuahkan hasil.
Dua gol kemenangan Norwegia dicetak oleh bintang muda mereka, Erling Haaland, pada menit ke-79 dan menit ke-90. Brasil hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti Neymar di masa injury time, namun gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan. Hasil ini memastikan Brasil kembali gagal meraih gelar Piala Dunia sejak terakhir kali juara pada tahun 2002.
Baca Juga
Kekalahan mengejutkan dari tim yang baru kembali menjejakkan kaki di Piala Dunia setelah 28 tahun absen ini langsung menuai reaksi keras dari pers Brasil. Berbagai media lokal melancarkan kritik tajam, menyebut performa tim nasional sebagai cerminan dari masalah serius dalam struktur tim. Beberapa tajuk berita bahkan menggambarkan kekalahan ini sebagai momen kehancuran bagi Selecao. O Globo menulis, “Haaland menghancurkan tim Brasil yang tak lagi dikenali di lapangan,” sementara media lain menyematkan judul “Akhir dari mimpi”.
Media Brasil juga menyoroti berlanjutnya kegagalan Brasil merengkuh gelar juara dunia. Kritik tidak hanya ditujukan kepada para pemain dan pelatih, tetapi juga kepada Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF). Sejumlah laporan menyebutkan bahwa seringnya pergantian pelatih, mulai dari Ramon Menezes hingga Carlo Ancelotti, telah membuat tim kehilangan arah dan stabilitas dalam jangka panjang. Legenda Brasil, Romário, turut angkat bicara, menyebut kekalahan tersebut adalah kesalahan bersama antara pemain dan pelatih. “Semua, tentu saja. Para pemain yang ada di lapangan dan juga pelatih,” tegas Romário kepada El Chiringuito.
Lebih lanjut, kekalahan ini menambah catatan buruk Brazil Norwegia dalam sejarah pertemuan kedua tim. Data menunjukkan bahwa Brasil belum pernah meraih kemenangan dalam lima pertemuan terakhir melawan Norwegia sejak tahun 1988. Bahkan, pada era keemasan Brasil di akhir 1990-an, mereka sempat menelan dua kekalahan dari Norwegia. Hal ini semakin memperkuat narasi bahwa Norwegia telah menjadi mimpi buruk bagi tim Samba.
Dengan tersingkirnya Brasil, daftar tim perempat final Piala Dunia 2026 kini diisi oleh tim-tim kuat lainnya. Maroko menjadi tim pertama yang lolos, diikuti oleh Prancis yang akan berhadapan dengan Maroko di perempat final. Norwegia, setelah menyingkirkan Brasil, akan menantang Inggris yang berhasil mengalahkan tuan rumah Meksiko. Spanyol akan bertanding melawan Belgia, sementara juara bertahan Argentina akan menghadapi Swiss.
Perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat, meninggalkan kekecewaan mendalam bagi para penggemar dan pertanyaan besar mengenai masa depan sepak bola Brasil. Pertarungan di babak perempat final diprediksi akan semakin sengit tanpa kehadiran salah satu tim tersukses dalam sejarah turnamen ini.




