Gempa M 6,2 Guncang Sulut: Pusat Gempa di Laut, Getaran ‘Terasa Nyata’ hingga Manado!

Author Image

Terbit

15 Juli 2026, 05:14 WIB

Gempa M 6,2 Guncang Sulut: Pusat Gempa di Laut, Getaran 'Terasa Nyata' hingga Manado!
Gempa M 6,2 Guncang Sulut: Pusat Gempa di Laut, Getaran 'Terasa Nyata' hingga Manado!

Putrawayka.com – 15 Juli 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Selasa (14/7) malam, tepatnya pukul 22.49 WIB. Berdasarkan informasi resmi BMKG melalui akun X @infoBMKG, pusat gempa berada di laut pada koordinat 5,34 Lintang Utara dan 125,06 Bujur Timur. Lokasi ini berjarak sekitar 198 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman yang tergolong dangkal, yakni hanya 10 kilometer di bawah permukaan laut.

Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas yang bervariasi. Di Kepulauan Sangihe, masyarakat merasakan getaran pada skala III-IV MMI. Tingkatan ini menandakan bahwa getaran terasa nyata di dalam rumah dan menimbulkan sensasi seperti adanya truk besar yang melintas. Sementara itu, wilayah Manado, Minahasa Selatan, dan Minahasa turut merasakan guncangan pada skala II-III MMI. Dalam skala ini, getaran dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

BMKG menegaskan bahwa gempa yang berpusat di laut ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi seismik di wilayah tersebut dan akan memberikan informasi lebih lanjut apabila diperlukan. Warga di sekitar wilayah terdampak juga diharapkan mengikuti arahan dari pihak berwenang serta mengetahui titik-titik aman di lingkungan tempat tinggal sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi gempa susulan.

Perlu dicatat, wilayah Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, memang beberapa kali diguncang gempa. Pada Juni lalu, wilayah ini juga diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 3,1 hingga 4,5. Gempa-gempa tersebut juga berpusat di sekitar 202 kilometer barat laut Tahuna dengan kedalaman 10 kilometer dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami oleh BMKG. Lokasi pusat gempa yang relatif berdekatan ini menunjukkan adanya aktivitas tektonik di kawasan tersebut.

Kejadian gempa kali ini kembali menyoroti pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah Sulawesi Utara, khususnya di daerah-daerah yang rentan terhadap guncangan. Memahami karakteristik pusat gempa, seperti kedalaman dan lokasinya, sangat penting untuk memprediksi potensi dampak dan mengambil langkah mitigasi yang tepat. BMKG terus berupaya memberikan informasi terkini dan akurat untuk membantu masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi.

Related Post

Terbaru