Putrawayka.com – 18 Juli 2026 | Atlanta – Momen dramatis tercipta di Atlanta Stadium ketika gol kemenangan di menit akhir babak perpanjangan waktu oleh Lautaro Martínez memastikan Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026. Kemenangan 2-1 atas Inggris ini membawa Argentina selangkah lebih dekat untuk mempertahankan gelar juara dunia mereka, sekaligus mengulang sebuah ritual yang diyakini membawa keberuntungan oleh sang kapten, Lionel Messi.
Pertandingan semifinal yang mendebarkan ini menyaksikan Inggris unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon di menit ke-55. Gol tersebut sempat membuat The Three Lions berada di atas angin, namun Argentina menunjukkan mentalitas juara yang luar biasa. Dua gol balasan di menit-menit akhir pertandingan menjadi penentu nasib kedua tim. Enzo Fernández berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-85, sebelum akhirnya Lautaro Martínez menjadi pahlawan dengan sundulan mematikan di menit ke-90+2, memanfaatkan umpan matang dari Lionel Messi.
Kemenangan ini tidak hanya membawa Argentina ke final untuk menghadapi Spanyol pada 19 Juli di New York New Jersey Stadium, tetapi juga memicu reaksi emosional dari sang mega bintang, Lionel Messi. Tak lama setelah peluit panjang dibunyikan, Messi mengunggah foto perayaan di media sosial dengan caption yang persis sama dengan yang ia gunakan empat tahun lalu saat Argentina menjuarai Piala Dunia 2022. Teks tersebut berbunyi, “MENUJU FINAL!!!!! Sekali lagi kami berjuang keras untuk memberikan penampilan hebat lainnya. Terima kasih banyak kepada semua yang percaya pada grup ini!!! Vamos Argentina carajo!!!! #TodosJuntos.” Pengulangan caption ini dianggap sebagai takhayul yang disengaja, sebuah ritual yang terbukti membawa keberuntungan saat Argentina mengakhiri dahaga gelar Piala Dunia selama 36 tahun.
Baca Juga
Kisah dramatis ini semakin lengkap dengan pengakuan dari Lautaro Martínez sendiri. Striker Inter Milan yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-81 ini mengungkapkan bahwa ia telah memprediksi akan mencetak gol kemenangan. “Saya memimpikannya, saya bersumpah. Saya memberi tahu Alexis [Mac Allister] bahwa saya akan mencetak gol,” ujar Martínez usai pertandingan. “Saya memberi tahu dia bahwa saya akan masuk dan saya akan memenangkannya. Dan itu jatuh pada saya.” Pengakuan ini menambah lapisan narasi magis pada kemenangan Argentina, menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dalam skuad La Albiceleste.
Pertandingan melawan Inggris sendiri berjalan sangat ketat. Setelah babak pertama yang tanpa gol, Inggris berhasil memecah kebuntuan melalui Gordon. Namun, pertahanan Inggris yang kokoh akhirnya runtuh di menit-menit akhir. Keputusan taktis dan determinasi para pemain Argentina, ditambah dengan kepemimpinan Messi yang kembali terbukti efektif, menjadi kunci comeback yang luar biasa ini. Statistik menunjukkan bahwa dalam 37 menit antara gol Gordon dan gol kemenangan Martínez, Inggris hanya menguasai 12% bola, menunjukkan dominasi Argentina di fase akhir pertandingan.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada partai puncak Piala Dunia 2026. Argentina, di bawah kapten Lionel Messi, akan berupaya mencetak sejarah dengan menjadi tim pertama yang memenangkan gelar Piala Dunia secara beruntun di era modern. Pertandingan melawan Spanyol diprediksi akan menjadi laga yang sangat sengit, mengingat kedua tim memiliki sejarah dan kekuatan yang mumpuni. Kegembiraan atas keberhasilan ini telah melanda Buenos Aires, sementara para penggemar di Inggris harus menelan kekecewaan.
Kisah perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 ini tidak lepas dari peran krusial para pemainnya, termasuk Lautaro Martínez yang sekali lagi membuktikan ketajamannya di momen krusial. Bersama Enzo Fernández dan Lionel Messi yang memberikan assist, mereka membentuk trio mematikan yang membawa Argentina ke ambang kejayaan.




