Drama Piala Dunia 2026: Cedera Henderson, Kartu Merah Quansah, dan Banding FA Inggris Dibayangi Kasus Balogun

Drama Piala Dunia 2026: Cedera Henderson, Kartu Merah Quansah, dan Banding FA Inggris Dibayangi Kasus Balogun
Drama Piala Dunia 2026: Cedera Henderson, Kartu Merah Quansah, dan Banding FA Inggris Dibayangi Kasus Balogun

Putrawayka.com – 07 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 kembali diwarnai drama di luar lapangan hijau. Setelah kemenangan dramatis Inggris atas Meksiko di babak 16 besar, sorotan tertuju pada cedera yang dialami gelandang Jordan Henderson dan kartu merah yang diterima bek Jarell Quansah. Keputusan wasit Alireza Faghani dalam kedua insiden tersebut kini menjadi pusat perhatian, terutama menyusul potensi banding yang akan diajukan oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).

Jordan Henderson dipastikan harus mengakhiri perjalanannya di turnamen ini lebih cepat. Gelandang berusia 36 tahun itu mengalami patah pergelangan tangan pada Minggu malam waktu setempat saat merayakan gol kemenangan Inggris. Insiden terjadi ketika Henderson terjatuh saat melompati papan iklan bersama rekan setim dan suporter. Ia harus ditandu keluar lapangan dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi.

“Jordan (Henderson) baru saja terjatuh dan mengalami cedera pada pergelangan tangan. Kelihatannya sangat parah. Ini cedera yang cukup serius dan tidak sesuai dengan suasana malam ini karena Jordan sekarang tidak bersama kami. Dokter memberi tahu saya bahwa dia berada di rumah sakit,” ujar pelatih Inggris Thomas Tuchel usai pertandingan. Meskipun tidak bermain dalam laga tersebut, absennya Henderson yang berpengalaman tentu menjadi pukulan bagi skuad The Three Lions.

Sementara itu, Jarell Quansah harus menelan pil pahit akibat kartu merah yang diterimanya. Bek muda Bayer Leverkusen itu diusir keluar lapangan oleh wasit Alireza Faghani setelah melakukan tekel keras terhadap pemain Meksiko, Jesus Gallardo. Awalnya, Alireza Faghani tidak mengambil tindakan, namun setelah intervensi dari Video Assistant Referee (VAR), keputusan pengusiran pun dikeluarkan. Kartu merah ini membuat Quansah dipastikan absen dalam pertandingan perempat final melawan Norwegia.

FA Inggris kini tengah mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas kartu merah Quansah. Wacana ini menguat setelah FIFA sebelumnya mencabut skorsing otomatis yang seharusnya diterima oleh penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, akibat kartu merah yang didapatnya dalam pertandingan sebelumnya. Keputusan kontroversial FIFA terhadap kasus Balogun ini membuka preseden dan memicu perdebatan mengenai konsistensi penerapan aturan disipliner.

Pencabutan skorsing Balogun, yang dilaporkan terjadi setelah adanya intervensi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino, menimbulkan pertanyaan besar. Meskipun Infantino membantah adanya campur tangan dari pihak luar, banyak pihak menuding adanya intervensi politik dalam keputusan badan sepak bola dunia tersebut. Situasi ini menjadi dasar bagi FA Inggris untuk berharap adanya perlakuan serupa bagi Jarell Quansah.

Pelatih Thomas Tuchel sendiri telah menyuarakan kritiknya terhadap FIFA terkait inkonsistensi keputusan disipliner. Jika banding FA ditolak, Tuchel harus memutar otak untuk mencari pengganti Quansah di posisi bek kanan, yang sebelumnya juga dihantui cedera pemain kunci seperti Reece James. Kemungkinan besar Djed Spence akan diturunkan, namun performanya di beberapa laga sebelumnya masih menjadi pertanyaan.

Peraturan FIFA mengenai akumulasi kartu kuning juga menjadi perhatian. Dengan adanya penyesuaian aturan akibat perluasan tim peserta Piala Dunia 2026, kartu kuning tunggal akan dihapus setelah fase grup, dan kembali dihapus setelah perempat final. Namun, kartu merah langsung tetap berkonsekuensi larangan bermain.

Kasus Folarin Balogun dan potensi banding untuk Jarell Quansah menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang persaingan antar tim nasional, tetapi juga arena drama dan intrik di luar lapangan. Keputusan akhir dari FA Inggris dan respons FIFA terhadap potensi banding Quansah akan terus menjadi sorotan dalam beberapa hari mendatang.

Related Post

Terbaru