Putrawayka.com – 13 Juli 2026 | Kiper Kolombia, Camilo Vargas, menampilkan performa gemilang yang membawa timnasnya meraih kemenangan 1-0 atas Kongo dan memastikan langkah ke babak gugur Piala Dunia 2026. Gol tunggal Daniel Muñoz di menit ke-76 menjadi penentu kemenangan, namun sorotan juga tertuju pada penyelamatan krusial yang dilakukan Vargas di masa-masa akhir pertandingan.
Di sisi lain, nasib berkata lain bagi Kolombia di babak 16 besar. Meski memiliki kiper sekelas Camilo Vargas yang tampil solid sepanjang turnamen, Kolombia harus tersingkir secara dramatis dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 3-4 dari Swiss dalam adu penalti yang menegangkan. Pertandingan yang digelar di Stadion BC Place, Vancouver, berakhir tanpa gol selama 120 menit, memaksa kedua tim untuk menentukan nasib melalui titik putih.
Kemenangan Kolombia atas Kongo di fase grup ini memang krusial. Daniel Muñoz menjadi bintang dengan golnya di menit ke-76, memecah kebuntuan pertahanan Kongo yang tampil disiplin. Kiper Kongo, Lionel Mpasi, sebelumnya sukses melakukan lima penyelamatan gemilang di 20 menit awal pertandingan. Namun, tendangan kaki kiri Muñoz yang memantul bek lawan tak mampu dijangkau Mpasi. Ini adalah gol kedua Muñoz di turnamen tersebut, yang sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai pemain terbaik dalam laga itu. “Kami bermain dengan intensitas dan agresivitas, dan kami tetap pada gaya kami,” ujar Muñoz. “Kami meraih tiga poin ini sebagai tim dan untuk semua penggemar yang datang mendukung kami. Kemenangan ini memberi kami dorongan moral. Kami tidak ingin berhenti di sini.”
Baca Juga
Di menit-menit akhir pertandingan melawan Kongo, Camilo Vargas menunjukkan kelasnya sebagai penjaga gawang. Ia melakukan penyelamatan luar biasa atas tendangan jarak jauh Nathanael Mbuku, dan kembali sigap mengantisipasi sundulan Chancel Mbemba dari sepak pojok berikutnya. “Kami mungkin bisa mencetak lebih banyak gol, tetapi Kongo membuat kami kesulitan dan tegang hingga akhir,” kata pelatih Kolombia, Néstor Lorenzo. “Tetapi saya pikir kami adalah pemenang yang pantas.” Bintang Kolombia, Luis Díaz, sempat melihat dua golnya dianulir di pengujung babak kedua, satu karena pelanggaran dan satu lagi karena offside.
Sementara itu, perjalanan Kolombia di babak 16 besar melawan Swiss harus berakhir pahit. Golangan penalti dari Ruben Vargas menjadi penentu kemenangan Swiss. Davinson Sánchez dari Kolombia gagal mengeksekusi penalti dengan baik, tendangannya membentur mistar gawang. Kiper Swiss, Gregor Kobel, juga berhasil menepis tendangan Cucho Hernández. Duel sengit ini berlangsung di hadapan pendukung Kolombia yang memadati stadion dengan warna kuning khas mereka.
Kekalahan Kolombia dalam adu penalti ini menyoroti kembali isu eksekutor penalti yang kurang efektif, terutama dari lini belakang. Manuel Akanji dari Swiss, seorang bek tengah, menjadi salah satu contoh yang gagal mengeksekusi penalti di fase sebelumnya, bergabung dengan daftar bek lain yang kesulitan dari titik putih di Piala Dunia 2026. Kebanyakan dari mereka gagal tanpa perlu dihadang kiper, tendangan melenceng atau membentur mistar. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa bek tengah masih sering ditunjuk sebagai penendang, kecuali mereka memiliki rekam jejak yang terbukti andal seperti Sergio Ramos atau Fernando Hierro.
Dengan hasil ini, Swiss melaju ke perempat final untuk menghadapi juara bertahan Argentina, sebuah pencapaian yang terakhir kali mereka raih pada Piala Dunia 1954 saat menjadi tuan rumah. Sementara itu, Kolombia harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026, meski sempat menunjukkan performa menjanjikan di fase grup berkat penampilan apik dari pemain seperti Camilo Vargas.




