Putrawayka.com – 19 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 tampaknya menjadi panggung yang penuh drama, tak hanya bagi para bintang besar, tetapi juga bagi para pemain dari klub Sporting CP. Dari tujuh penggawa Sporting yang berpartisipasi, tidak ada satu pun yang berhasil mengantar negaranya meraih gelar juara. Yang lebih mencengangkan, beberapa di antaranya bahkan tidak mendapatkan kesempatan bermain sama sekali, termasuk nama-nama seperti Renato Veiga.
Secara total, tujuh pemain Sporting CP telah dipastikan menyelesaikan kiprahnya di Piala Dunia 2026 tanpa trofi. Maxi Araujo menjadi satu-satunya pemain yang mampu bersinar, mencetak dua gol dan satu assist untuk Uruguay. Namun, performa individualnya yang gemilang tak mampu menyelamatkan La Celeste dari kegagalan lolos dari fase grup. Di sisi lain, enam pemain lainnya, termasuk Zeno Debast, Rui Silva, dan Goncalo Inacio, harus menelan pil pahit karena performa yang kurang memuaskan atau bahkan absen tanpa menit bermain.
Ousmane Diomande, yang menjadi andalan di Sporting CP, hanya menjadi pemain pelapis di lini pertahanan Pantai Gading. Ia kalah bersaing dengan Emmanuel Agbadou dan Odilon Kossounou, sehingga hanya tampil sekali di fase grup. Pantai Gading sendiri tersingkir di babak 32 besar.
Baca Juga
Nasib Zeno Debast lebih buruk. Bek muda Belgia ini sama sekali tidak mencatatkan menit bermain. Cedera paha membuatnya absen di fase grup, dan meskipun pulih di fase gugur, ia tetap tidak dimainkan oleh pelatihnya. Belgia sendiri terhenti di perempat final.
Sementara itu, Luis Suarez, yang tampil tajam bersama Sporting CP di musim 2025/2026, gagal menunjukkan ketajamannya bersama Kolombia. Ia bermain lima kali tanpa mencetak gol, meskipun berhasil memberikan satu assist. Kolombia tersingkir di babak 16 besar.
Rui Silva, yang menjadi kiper utama Sporting CP, hanya menjadi kiper ketiga di timnas Portugal, di bawah Diogo Costa dan Jose Sa. Alhasil, ia pun tidak mendapatkan kesempatan bermain. Goncalo Inacio, bek tengah berusia 24 tahun, juga mengalami nasib serupa. Keputusan pelatih Roberto Martinez yang lebih memilih duet Ruben Dias dan Renato Veiga di lini belakang Portugal membuatnya tidak mendapat menit bermain. Portugal sendiri tersingkir di babak 16 besar.
Francisco Trincao, yang bisa bermain di berbagai posisi, juga hanya mendapat menit bermain minim di skuad Portugal, hanya tampil selama 26 menit saat Portugal mengalahkan Uzbekistan 5-0 di fase grup. Ia kalah saing dengan Joao Felix dan Pedro Neto di posisi winger kiri.
Di luar performa para pemain, Piala Dunia 2026 juga diwarnai berbagai kontroversi. Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS) mengirimkan surat kepada FIFA untuk menuntut penjelasan terkait kekalahan kontroversial mereka dari Portugal di babak 32 besar. Gol Josko Gvardiol yang dianulir karena offside dianggap merugikan Kroasia. HNS juga menyoroti durasi jeda babak pertama dalam pertandingan grup melawan Inggris yang dianggap tidak wajar.
Stipe Pletikosa, Direktur Teknik HNS, menyatakan kekecewaannya terhadap FIFA yang dianggap tidak lagi melindungi sepak bola. Ia menyoroti insiden seperti jeda hidrasi, makanan ringan, dan durasi babak pertama yang mencapai 18 menit dalam laga Kroasia vs Inggris. Menurutnya, hal-hal tersebut sudah melampaui batas dan membuat pertandingan tidak lagi terlindungi. Pihak HNS merasa penempatan mereka dalam turnamen ditentukan oleh faktor di luar diri mereka sendiri.
Di sisi lain, persaingan di Piala Dunia 2026 juga menghasilkan duel sengit yang berujung pada banyak pelanggaran dan kartu kuning. Sejumlah tim tercatat mengoleksi kartu kuning dalam jumlah cukup banyak sepanjang turnamen akibat intensitas pertandingan yang tinggi. Informasi mengenai daftar tim dengan kartu kuning terbanyak menjadi perhatian para pencinta sepak bola.
Piala Dunia 2026 juga menerapkan beberapa aturan baru, termasuk pemutihan kartu kuning sebanyak dua kali, sebuah kebijakan yang menarik perhatian dalam regulasi turnamen.
Dengan berakhirnya turnamen, fokus kini beralih ke bursa transfer musim panas. Beberapa pemain yang tampil, meski minim menit bermain seperti Renato Veiga, mungkin akan mencari klub baru untuk mendapatkan jam terbang lebih. Sementara itu, kontroversi yang terjadi selama turnamen ini tentu akan menjadi bahan evaluasi bagi FIFA dan federasi sepak bola terkait.




