Kontroversi ‘Lalaki Langit’: Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Tarik Lagu yang Dianggap Merendahkan Perempuan

Author Image

Terbit

2 Juli 2026, 23:49 WIB

Kontroversi 'Lalaki Langit': Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Tarik Lagu yang Dianggap Merendahkan Perempuan
Kontroversi 'Lalaki Langit': Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Tarik Lagu yang Dianggap Merendahkan Perempuan

Putrawayka.com – 02 Juli 2026 | Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf terkait kontroversi yang ditimbulkan oleh lagu ciptaannya yang berjudul ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejat’. Permohonan maaf ini diucapkan menyusul somasi terbuka yang dilayangkan oleh Lembaga Jabar Bantuan Hukum (JBH) karena lirik lagu tersebut dinilai memuat narasi yang merendahkan derajat perempuan.

Ketua JBH, Riyan Bintana, menegaskan bahwa somasi tersebut dilayangkan karena lagu berbahasa Sunda itu dianggap memuat diksi, narasi, dan substansi yang bersifat misoginis, merendahkan eksistensi manusia, serta mendegradasi harkat dan martabat kaum perempuan secara vulgar. Analisis mendalam yang dilakukan JBH, termasuk transkripsi komprehensif, telaah yuridis, dan analisis semiotika hukum, menyoroti beberapa penggalan lirik yang dinilai sangat problematis. Salah satu lirik yang paling disorot adalah, “Cacak mun jadi awewe, SMP kelas tilu tos karuron tujuh kali” (Andai saja jadi perempuan, SMP kelas tiga sudah keguguran tujuh kali). Selain itu, lirik lain yang dipersoalkan adalah “Teu kudu meuli kutang, nu busana leuwih gede batan susu” (Tidak usah membeli bra yang busanya lebih besar daripada payudara) dan “Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek alatan telat bulan” (Tidak usah keliling mencari apotek karena telat bulan atau hamil).

Menurut JBH, diksi-diksi tersebut tidak mencerminkan kritik sosial yang sehat, melainkan bentuk pelanggaran serius, terutama karena diproduksi oleh seorang kepala daerah yang seharusnya menjadi panutan moral. Pihak JBH menuntut penghentian segala aktivitas produksi, distribusi, penyiaran, dan monetisasi lagu tersebut, serta penyampaian permohonan maaf secara terbuka.

Menanggapi hal ini, Bupati Purwakarta Om Zein menyatakan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul dan jika ada pihak yang tersinggung. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menyinggung atau mendeskripsikan siapa pun melalui lagu tersebut. Om Zein menjelaskan bahwa lagu itu berawal dari sebuah puisi yang dibuatnya pada tahun 2020, saat dirinya masih berstatus sebagai pengembara dan belum menjabat sebagai bupati. Saat itu, ia membuat puisi tersebut sebagai refleksi diri atas fase kehidupan “berandalan” yang pernah dijalaninya, dan mensyukuri bahwa dirinya diciptakan sebagai laki-laki.

Puisi tersebut kemudian diaransemen menjadi lagu pada tahun 2023 oleh seorang seniman, saat Om Zein juga belum menjabat sebagai bupati. Ia mengizinkan aransemen tersebut karena tidak melihat adanya masalah pada saat itu. Namun, menyadari adanya kritik dan pandangan masyarakat, Bupati Purwakarta Om Zein mengambil langkah cepat dengan menghapus video klip lagu ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejat’ dari seluruh platform media sosial pribadinya. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmennya untuk menjaga kondusivitas serta keharmonisan di tengah masyarakat Purwakarta.

Om Zein meyakini bahwa kritik yang datang merupakan bentuk kasih sayang dan perhatian dari masyarakat. Ia berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya dalam memilah diksi di ruang publik. Keputusan untuk menarik lagu tersebut resmi disampaikan pada Kamis, 2 Juli 2026, sebagai respons cepat terhadap gelombang kritik dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk budayawan dan tokoh masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat meredam suasana dan menjadi momentum untuk lebih mengedepankan seni budaya yang harmonis di masa mendatang. Partai Gerindra pun turut menyayangkan lagu ciptaan kadernya tersebut, namun menyatakan menerima klarifikasi bahwa lagu itu dibuat jauh sebelum Om Zein menjadi bupati.

Related Post

Terbaru